Metode DR.(c) Dadang Gusyana, S.Si, MP. • Simulasi pencernaan luwak secara alami • Probiotik + Enzim + Asam Laktat = Kopi fungsional premium
PROBIOTIK
Lactic Fermentation
Transformasi senyawa kimia kopi menjadi minuman fungsional berkat fermentasi laktat metode DR.(c) Dadang Gusyana, S.Si, MP.
Konsorsium Lactobacillus plantarum menghasilkan asam laktat yang mendukung mikrobioma usus dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Pemecahan protein menjadi asam amino + peningkatan gula alami dari pra-panen menghasilkan rasa manis alami, body tebal, dan aftertaste panjang tanpa bitterness berlebih.
Hyphos45 + Mycovir Gold meningkatkan sistem imun tanaman. Fermentasi anaerob menurunkan pH sehingga jamur & bakteri pembusuk mati.
Diberikan pada akar tanaman kopi untuk mengaktifkan mikoriza. Meningkatkan serapan nutrisi tanah sehingga ceri kopi lebih kaya gula dan senyawa prekursor rasa.
Elicitor alami yang meningkatkan sistem imun tanaman. Hasil: buah kopi bebas residu pestisida & biji lebih padat.
Ceri merah dipetik → kulit luarnya dikupas, lendir (mucilage) kaya gula tetap menempel pada biji.
Dicampur konsorsium Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus plantarum) + enzim khusus untuk mempercepat pemecahan protein.
Biji masuk tangki kedap udara. Bakteri mengubah gula menjadi asam laktat → pH turun → mencegah jamur & pembusukan.
Dicuci bersih untuk menghentikan fermentasi secara cepat agar rasa tidak terlalu asam (over-fermented).
Dijemur higienis di para-para hingga kadar air 11–12%. Kemudian diistirahatkan dalam parchment sebelum dihulling menjadi green bean.
DR.(c) Dadang Gusyana, S.Si, MP., pencipta metode Lactic Fermentation ini, menggabungkan ilmu bioteknologi modern dengan kearifan lokal luwak. Prosesnya mensimulasikan pencernaan alami luwak menggunakan konsorsium mikroba dan enzim khusus tanpa hewan.
Simulasi pencernaan luwak dengan bakteri asam laktat terbaik Indonesia
Kadar air 11–12% • Siap roasting di rumah
Rasa cokelat, caramel, & asam laktat lembut
Lakukan fermentasi sendiri di rumah dengan konsorsium BAL
"Rasa kopi ini benar-benar berbeda. Asam laktatnya lembut, tidak bikin perut kembung, dan tubuh terasa lebih segar seharian."
— Chef Andika, Barista Specialty Coffee Indonesia